Produk SaaS

🗓️ AgendaPajak — Kelola Deadline Pajak Tanpa Ribet

Pusat penjadwalan, pengingat, dan manajemen dokumen untuk seluruh kewajiban pajak Anda — PPh, PPN, SPT, hingga laporan berkala. Semua terpantau dalam satu dashboard.

Layanan Pajak

Jasa Tax Review Tangerang

Jasa tax review untuk memetakan risiko pajak perusahaan sebelum diperiksa: ruang lingkup, alur kerja, temuan yang sering muncul, dan tindak lanjutnya.

1 menit membaca
Jasa Tax Review Tangerang

Jasa Tax Review Tangerang

Banyak perusahaan baru mengetahui ada masalah pajak ketika surat dari kantor pajak sudah tiba — dan pada titik itu pilihan yang tersisa sudah jauh lebih sedikit. Tax review memindahkan penemuan itu ke lebih awal: menguji ulang perhitungan dan pelaporan pajak perusahaan atas dasar data yang ada, lalu menyusun daftar perbaikan sebelum menjadi sengketa.

Melalui Jasa Tax Review Tangerang dari Konsultan Pajak TGR, kami menelusuri kewajiban pajak perusahaan Anda — PPh Badan, PPN, dan pemotongan/pemungutan PPh — untuk menemukan ketidaksesuaian, menghitung dampaknya, dan menyusun langkah perbaikan yang bisa dijalankan tim keuangan Anda.

Tax review bukan jasa yang menghasilkan dokumen tebal lalu berhenti. Keluarannya adalah daftar prioritas: mana yang harus diperbaiki minggu ini, mana yang dipantau, dan mana yang sudah aman.


Apa Itu Tax Review?

Tax review adalah pemeriksaan menyeluruh atas posisi perpajakan perusahaan yang dilakukan untuk kepentingan perusahaan itu sendiri. Pemeriksaan ini menilai dua hal sekaligus:

  1. Kepatuhan formal — apakah seluruh kewajiban pelaporan dan penyetoran sudah dilakukan, tepat waktu, dan dengan dokumen yang sah.
  2. Kepatuhan material — apakah angka yang dilaporkan sudah sesuai dengan transaksi dan ketentuan yang berlaku, termasuk pengakuan penghasilan, biaya yang dapat dikurangkan, serta pengkreditan pajak masukan.

Karena dijalankan atas permintaan sendiri, tax review tidak menimbulkan sanksi. Sebaliknya, temuan yang muncul masih bisa ditangani dengan cara yang paling ringan biaya — misalnya melalui pembetulan SPT sebelum adanya pemeriksaan, atau penyesuaian pada periode berjalan.


Tax Review, Tax Audit, dan Pemeriksaan Pajak Itu Berbeda

Istilah-istilah ini sering dianggap sama padahal konsekuensinya berbeda jauh.

AspekTax ReviewAudit Laporan KeuanganPemeriksaan Pajak (DJP)
PemrakarsaPerusahaan sendiriPerusahaan / pemegang sahamDirektorat Jenderal Pajak
TujuanMemetakan risiko dan memperbaikiMenyatakan kewajaran laporan keuanganMenguji kepatuhan dan menetapkan pajak
DasarKesepakatan kerjaStandar auditKetentuan perpajakan
KeluaranLaporan temuan + rencana perbaikanOpini auditSurat Ketetapan Pajak
SanksiTidak adaTidak ada (bila wajar)Dapat berupa kurang bayar + sanksi
KerahasiaanInternal perusahaanTerbatas pada pihak berkepentinganDokumen menjadi bagian proses resmi

Pesan praktisnya: audit laporan keuangan tidak menggantikan tax review. Laporan keuangan bisa memperoleh opini wajar tanpa modifikasian sementara posisi pajaknya tetap bermasalah — karena audit menilai kewajaran penyajian, bukan kepatuhan perpajakan.


Kapan Perusahaan Membutuhkan Tax Review

Beberapa situasi di mana review biasanya paling memberi nilai:

  • Persiapan pemeriksaan pajak. Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Pajak, atau berada di sektor yang sedang diawasi intensif.
  • Sebelum pembetulan SPT. Ketika tim keuangan menemukan indikasi kesalahan laporan dan ingin tahu seberapa luas dampaknya sebelum membetulkan.
  • Restitusi pajak besar. Permohonan pengembalian pajak menuntut posisi yang kokoh karena data akan diuji pihak lain.
  • Perubahan bentuk atau kepemilikan usaha. Merger, akuisisi, perubahan pemegang saham, atau konversi bentuk badan.
  • Setelah pergantian tim keuangan. Arsip dan cara pencatatan dari pengelola sebelumnya perlu diverifikasi.
  • Pertumbuhan cepat. Volume transaksi naik lebih cepat dibanding kesiapan administrasi, sehingga celah kepatuhan mudah terbuka.
  • Permintaan pembiayaan. Bank dan investor sering meminta kepastian tidak ada kewajiban pajak tersembunyi.

Ruang Lingkup Review

Cakupan standar yang kami jalankan mencakup:

  • PPh Badan — rekonsiliasi fiskal, pengakuan penghasilan, biaya yang dapat dan tidak dapat dikurangkan, penyusutan dan amortisasi, pemanfaatan fasilitas, serta kredit pajak.
  • PPN — kewajiban pengusaha kena pajak, penerbitan faktur, pengkreditan pajak masukan, penyerahan yang tidak terutang, dan penanganan PPN yang dikompensasikan.
  • PPh pemotongan dan pemungutan — PPh 21 atas karyawan, PPh 23 atas jasa, PPh 26 atas pembayaran ke luar negeri, PPh 4 ayat (2) atas sewa dan penghasilan tertentu: pemotongan, penyetoran, dan pelaporannya.
  • Kepatuhan formal — penyampaian SPT masa dan tahunan, kelengkapan lampiran, konsistensi data antar-SPT, serta penggunaan aplikasi perpajakan terkini.
  • Dokumen pendukung — bukti potong, faktur, kontrak, dan dokumen pihak berelasi.
  • Manajemen dokumen — apakah arsip perpajakan tertata sehingga bisa dihadirkan cepat saat diminta.

Alur Kerja Tax Review

Permintaan data (data request)
        │
        ▼
Uji kepatuhan formal (SPT, setor, lapor)
        │
        ▼
Uji material (realisasi vs laporan vs pajak)
        │
        ▼
Uji petik transaksi & dokumen
        │
        ▼
Kuantifikasi temuan (estimasi kurang/sanksi)
        │
        ▼
Laporan + prioritas perbaikan
        │
        ▼
Pendampingan tindak lanjut
  1. Pengumpulan data. Kami kirim daftar data yang dibutuhkan, tidak lebih dari yang relevan, agar tim keuangan tidak menyiapkan berkas sia-sia.
  2. Uji kepatuhan formal. Menelusuri apakah setiap kewajiban sudah dilaporkan dan disetor, serta apakah ada periode yang terlewat.
  3. Uji material. Membandingkan catatan komersial, koreksi fiskal, dan angka yang dilaporkan ke kantor pajak. Selisih yang tidak dijelaskan adalah temuan.
  4. Uji petik transaksi. Memilih transaksi bernilai besar atau berisiko tinggi, lalu memeriksa dokumen pendukungnya.
  5. Kuantifikasi temuan. Setiap temuan dihitung dampaknya dalam rupiah, bukan hanya disebut sebagai catatan.
  6. Laporan dan prioritas. Temuan disusun berdasarkan gabungan nilai dampak dan kemungkinan terungkap, sehingga jelas mana yang dikerjakan lebih dulu.
  7. Tindak lanjut. Bila diperlukan, kami mendampingi pembetulan laporan, penyusunan argumentasi, atau penyesuaian prosedur ke depan.

Temuan yang Paling Sering Muncul

Dari pekerjaan review, beberapa jenis temuan muncul berulang:

  • Pajak masukan belum dapat dikreditkan karena faktur tidak sesuai ketentuan atau terlambat diurus.
  • Biaya komersial tidak dikoreksi padahal tidak dapat dikurangkan secara fiskal.
  • PPh 23 atas jasa tidak dipotong karena transaksi dianggap pembelian barang biasa.
  • PPh 21 tidak dihitung atas penghasilan di luar gaji, seperti tunjangan, bonus, atau imbalan bukan pegawai.
  • Selisih persediaan yang tidak pernah ditelusuri, sehingga harga pokok penjualan tidak akurat.
  • Piutang tak tertagih yang dibebankan tanpa memenuhi syarat agar dapat diakui secara fiskal.
  • SPT yang dibetulkan sebagian, sehingga angkanya tidak konsisten antar-berkas.
  • Aset yang sudah dibuang tetapi masih disusutkan dalam laporan pajak.
  • Transaksi pihak berelasi tanpa dokumentasi pendukung yang memadai.

Daftar ini bukan berarti setiap perusahaan menghadapi semua temuan. Yang penting: hampir selalu ada temuan pada perusahaan yang belum pernah menjalani review.


Data yang Perlu Disiapkan

Agar review berjalan cepat, siapkan:

  1. Laporan keuangan (audited atau internal) dan buku besar periode yang ditinjau.
  2. Rekonsiliasi fiskal dan perhitungan PPh Badan.
  3. Seluruh SPT Masa dan SPT Tahunan beserta bukti penerimaan elektroniknya.
  4. Daftar faktur pajak keluaran dan masukan, termasuk status pengkreditan.
  5. Bukti potong PPh 21, PPh 23, PPh 26, dan PPh 4 ayat (2) beserta daftar rekapnya.
  6. Kartu utang pajak atau konfirmasi status tunggakan.
  7. Kontrak signifikan dan dokumen pihak berelasi.
  8. Daftar aset tetap beserta perhitungan penyusutannya.

Bila ada data yang tidak tersedia, review tetap bisa berjalan — ketidaktersediaan itu sendiri dicatat sebagai temuan, karena akan menjadi masalah yang sama ketika dokumen diminta pada pemeriksaan resmi.


Keluaran yang Anda Terima

  • Laporan temuan per jenis pajak dan per jenis ketidaksesuaian.
  • Estimasi dampak rupiah, termasuk perkiraan sanksi pada tiap skenario tindakan.
  • Papan prioritas: temuan yang perlu segera ditangani, yang dipantau, dan yang sudah aman.
  • Rencana perbaikan dengan langkah, PIC yang disarankan, dan urutan waktu.
  • Rekomendasi perbaikan proses agar temuan yang sama tidak berulang tahun depan.
  • Sesi penjelasan bersama manajemen atau pemilik agar hasilnya bisa langsung diambil keputusannya.

Risiko Bila Tidak Dilakukan

Perusahaan yang tidak pernah menjalani review umumnya baru menyadari masalahnya melalui salah satu jalur berikut: Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan, pemeriksaan pajak, penolakan pengembalian pajak, atau temuan due diligence yang menurunkan nilai transaksi saat akuisisi. Pada semua jalur itu, posisi perusahaan sudah lebih lemah dan biaya penyelesaiannya sudah lebih besar.

Sebaliknya, perusahaan yang menjalani review secara berkala biasanya merasakan manfaat yang lebih tenang: tim keuangan tahu di mana titik lemahnya, arsip pajak tertata, dan keputusan bisnis tidak lagi diambil dengan asumsi bahwa urusan pajak sudah beres.


Konsultasikan Kebutuhan Tax Review Perusahaan Anda

Kami mendampingi PT, CV, dan UMKM di Tangerang, Tangerang Selatan, BSD, Gading Serpong, Alam Sutera, Karawaci, Cikupa, dan Jabodetabek. Ceritakan kondisi pajak perusahaan Anda — kami mulai dari menetapkan ruang lingkup review yang paling relevan, tanpa biaya untuk diskusi awal.


Layanan & Artikel Terkait

Layanan Pajak

Artikel Pendukung


Tax review yang dijalankan rutin mengubah pajak dari kejutan menjadi informasi: perusahaan mengetahui posisinya, tahu besar risikonya, dan punya waktu untuk memilih tindakan — bukan sebaliknya, menunggu surat datang lalu bereaksi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya tax review dengan pemeriksaan pajak dari DJP?

Tax review adalah pemeriksaan internal yang dilakukan atas permintaan perusahaan sendiri, tanpa konsekuensi sanksi, dan hasilnya berupa daftar temuan serta rencana perbaikan. Pemeriksaan pajak adalah kewenangan DJP berdasarkan undang-undang yang dapat berujung pada Surat Ketetapan Pajak. Tax review dijalankan justru untuk bersiap sebelum hal itu terjadi.

Berapa lama proses tax review?

Untuk satu entitas dengan satu tahun buku, umumnya 5 sampai 15 hari kerja setelah seluruh data kami terima. Cakupannya bisa lebih luas bila mencakup beberapa tahun pajak, beberapa cabang, atau pemeriksaan PPN masukan secara menyeluruh.

Data apa saja yang perlu disiapkan?

Antara lain laporan keuangan dan buku besar, seluruh SPT Masa dan SPT Tahunan yang dilaporkan, rekonsiliasi fiskal, data faktur pajak keluaran dan masukan, bukti potong PPh 21/23/26, kartu utang pajak, serta dokumen pendukung transaksi pihak berelasi.

Apakah hasil tax review disampaikan ke kantor pajak?

Tidak. Hasil tax review adalah dokumen internal perusahaan. Kami menyerahkan laporan temuan, perhitungan dampak, dan prioritas perbaikan. Penyampaian ke kantor pajak hanya terjadi bila perusahaan memutuskan membetulkan SPT atau ketika ada permintaan penjelasan resmi.

Kalau ditemukan kurang bayar, apakah harus langsung dibetulkan?

Tidak selalu harus segera. Kami susun pilihan tindakan beserta konsekuensinya — pembetulan SPT, pelunasan, atau penyesuaian periode berjalan — lengkap dengan estimasi sanksi dan risikonya, sehingga keputusan tetap ada di tangan manajemen.

Apakah bisa hanya untuk satu jenis pajak saja?

Bisa. Review terfokus sering diminta untuk PPN masukan yang besar, PPh 21 atas karyawan, atau PPh 23 atas jasa. Cakupan yang lebih sempit membuat proses lebih cepat dan biaya lebih ringan, meski gambaran risikonya juga lebih terbatas.

#Tax Review#Pajak#Kepatuhan Pajak#Konsultan Pajak#Tangerang
Bagikan:

Layanan Terkait

Dapatkan update pajak & pembukuan terbaru

Newsletter mingguan berisi tips praktis, checklist, dan pembaruan regulasi pajak Indonesia.

Tanpa spam. Berhenti berlangganan kapan saja.